Antrean BBM di Putussibau Kian Parah, Warga Keluhkan Kelangkaan Pertalite

Indonesia Topnews-Putussibau, Kapuas Hulu – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, kembali menjadi sorotan. Antrean BBM, khususnya jenis Pertalite, kerap mengular hingga puluhan kilometer akibat keterlambatan pasokan.

Kondisi ini sering terjadi di SPBU 65.787.003 yang berada di Jalan Kom Yos Soedarso, Putussibau Utara. Warga terpaksa mengantre selama berjam-jam demi mendapatkan BBM untuk kebutuhan sehari-hari.

Salah seorang warga mengaku harus datang sejak dini hari agar tidak kehabisan stok.
“Kalau datang siang, biasanya sudah habis. Antrean bisa sampai berjam-jam,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan, keterlambatan distribusi BBM ke wilayah Kapuas Hulu menjadi penyebab utama terjadinya kelangkaan. Situasi ini juga memicu panic buying di kalangan masyarakat, sehingga antrean semakin panjang.

Selain itu, muncul dugaan adanya praktik penggunaan “tangki siluman” atau tangki modifikasi pada kendaraan untuk menimbun BBM subsidi. Praktik tersebut dinilai memperparah kondisi kelangkaan.

Menanggapi hal ini, pihak kepolisian melalui Polres Kapuas Hulu rutin melakukan pengawasan di SPBU. Aparat juga menindak tegas pengguna tangki siluman serta mencegah adanya penimbunan BBM.

Kapolsek Putussibau Utara sebelumnya telah mengerahkan personel untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama proses penyaluran BBM berlangsung. Polisi juga mendukung penerapan pembatasan pembelian guna memastikan pemerataan distribusi.

Sementara itu, DPRD Kapuas Hulu menyatakan akan memanggil pihak pengelola SPBU guna membahas keluhan masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat menghasilkan solusi agar antrean panjang tidak terus berulang.

“Kami sudah menerima banyak keluhan dari masyarakat. Pengelola SPBU akan kami panggil untuk mencari jalan keluar,” ujar salah satu anggota DPRD.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama Pertamina dapat meningkatkan pasokan BBM ke Putussibau, sehingga kebutuhan warga dapat terpenuhi dan antrean panjang tidak lagi terjadi.

( Dhe Dhen Syuman )


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *